Mon. Jul 22nd, 2024
Foto: Pengendara mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Mampang Prapatan Raya, Jakarta, Kamis (5/1/2023). Maraknya penjualan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi fenomena yang muncul di awal 2023 ini. (CNBC Indonesia / Tri Susilo)

Jakarta – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan diketahui banyak dijual secara daring atau online oleh para pemiliknya. Bisnis yang dianggap sebagai paling banyak menghasilkan cuan alias keuntungan ini tampaknya sudah tidak lagi menjanjikan untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

Dikutip dari cnbcindonesia.com Hal tersebut disampaikan oleh Head of Advisory Services Colliers Interational Indonesia Monica Koesnovagril baru-baru ini. Monica mengungkapkan, dari sudut pandang properti, bisnis SPBU bukan berarti yang paling cuan, khususnya dengan lokasi yang begitu strategis.

“SPBU sebenarnya supply dan demand. banyak SPBU lokasinya di tengah kota yang harga tanahnya sudah mahal,” ujarnya dikutip Minggu (8/1/2023).

“Bicara Jakarta, KLB (Koefisien Lantai Bangunan) sudah pada naik, jadi secara konsep optimalisasi lahan akan lebih optimal untuk dibangun yang lebih high-rise,” kata Monica lagi.

Bangunan high rise seperti apartemen atau perkantoran memang lebih banyak membutuhkan modal. Namun, perputaran uangnya bisa jadi lebih cepat mengingat strategisnya lokasi SPBU yang bersangkutan.

Pun dengan catatan, bangunan seperti apartemen dan perkantoran juga butuh pertimbangan. Seperti ada atau tidaknya demand, seberapa besar lahannya, dan sebagainya.

Oleh karena itu, menurut Monica saat ini terlalu sayang jika penggunaan lahan yang sudah mahal KLB-nya, hanya dijadikan sebagai SPBU.

“Banyak hal harus dipertimbangkan. Tapi kalau berdasar ‘oh sekarang harganya sudah mahal’, KLB sudah tinggi, jadi rasanya kok sayang cuma dipakai buat SPBU,” jelas Monica.

Pantauan CNBC Indonesia, di Jakarta ada SPBU yang dijual Rp 35 miliar di kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara, juga di Duren Sawit ditawarkan dengan harga Rp 30 miliar, dan masih banyak lainnya.

Di Lamudi, penawaran SPBU dijual lebih banyak lagi, misalnya di Pantai Indah Kapuk Jakarta, ada SPBU dilego dengan harga Rp 60 miliar. Sebuah SPBU di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan juga dijual dengan harga Rp 30 miliar.

“Dijual SPBU Pertamina siap pakai kondisi bagus. Untuk pom bensin Cirendeu, Luas tanah ±1800m², Sertifikat SHM, tersedia Pertamax – Pertalite – Solar,” tulis penjual dikutip CNBC Indonesia, Rabu (4/1/23).

Selain itu, di Kebon Jeruk tengah dijual SPBU dengan harga Rp 70 miliar, luas bangunan 200 m2, Luas tanah 2143m, serta surat lengkap hak guna bangun. Adapun Legalitasnya izin dari Pertamina, sertifikat tanah dan SPPT PBB. (cap/cap)

By syugmay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *